Langsung ke konten utama

Review Novel | Amazing Boyfriend by Ndaquilla

Identitas Buku

Judul            : Amazing Boyfriend

Penulis         : Ndaquilla

Penerbit        : Flamingo Publisher

Tahun            : 2019

Blurb

Sepi, adalah nama tengahnya. Sunyi, merupakan panggilan yang orang sematkan untuknya. Tapi bagi Dylan itu tak masalah. Ia akan baik-baik saja. Menjalani hidupnya dengan hanya warna abu-abu saja.
Ia hanya punya satu cinta, dan wanita itu telah menikah. Namun, tidak dengannya. Dan Dylan merasa ia juga akan baik-baik saja. Tak terbiasa dengan warna merah muda di udara, Dylan tetap bernaung dengan warna abu-abunya.
Tapi semesta membuat kejutan. Di suatu pagi saat hujan menerpa, Tuhan mempertemukannya dengan dia yang tak pernah ia sangka. Namanya Magissa, wanita dari luar kriteria yang membuatnya harus terus mengurut dada.
Dan, sanggupkah wanita itu menjeratnya dengan romansa?
Ketika ia sendiri telah berikrar untuk mematikan hati selamanya.

Review

Dylan tipe laki-laki super tenang, sopan, dan selalu berbicara dengan bahasa yang sudah disempurnakan menurut KBBI,  dipertemukan dengan Magissa, wanita dewasa yang cuek, blak-blakan dan apa adanya.

Berawal dari uang 2000 rupiah saja,  perjalanan cinta Dylan dan Magissa dimulai. Sampai-sampai membuat aku berpikir perkara jodoh tuh memang tidak bisa ditebak ya kemana arahnya.  

Magissa dan Dylan memutuskan menjalin hubungan,  karena Magissa telah berhasil menghancurkan ketenangan seorang Dylan.  

Magissa hamil setelah mereka memutuskan untuk berpisah, wanita tersebut terkejut karena yang Ia yakini selama 5 tahun belakangan adalah Ia wanita mandul. Memutuskan menyembunyikan kehamilan tersebut dari Dylan.  Namun akhirnya diketahui juga oleh lelaki tersebut. 

Cerita cinta mereka diwarnai dengan berbagai kesalahpahaman, kekeraskepalaan (apa dah tu bahasanya :-D) drama cinta tak direstui, juga karena latar belakang keluarga Magissa yang menghalangi mereka untuk bersatu. 

Aku suka gaya bahasa yang kontras diantara keduanya,  cara Dylan berbicara begitu kaku sedangkan Magissa, aku suka bagaimana dia begitu extra saat berbicara. Gaya bicara yang dipengaruhi oleh sahabat warianya yang juga anak buah di warung bubur miliknya. 

Percakapan antara Magissa dan Marta sahabat waria yang sering wanita itu sebut bencong laknat, selalu kocak dan menghibur. Sama sekali ga bosen baca cerita ini dari awal sampai akhir, karena selain selalu bisa bikin ketawa saat part Magissa dan Marta ngobrol juga karena alur ceritanya dibuat dengan sangat nyambung sama kehidupan nyata,  ga ada yang berlebihan atau dramatis di cerita ini,  tidak ada konflik ibu mertua jahat atau pasangan selingkuh dengan tokoh antagonis yang jahat.  Semua tindakan yang diambil para tokoh di cerita ini selalu punya alasan yang sangat jelas dibaliknya.  Jadi saat membaca juga ga bikin dahi berkerut-kerut, atau hidung mengkerut jijik karena plot hole bertebaran. Satu hal lagi yang aku suka juga ending ceritanya ga dibikin menggantung,  jadi puas banget baca cerita ini. 


Selamat Membaca! 


Rating: 4/5

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pimple's Diary | Ngilangin Jerawat dengan Odol, Ampuh atau Tidak?

Hai!  Aku mau cerita nih..  Tentang pengalamanku mencoba berbagai macam cara untuk mengatasi masalah jerawat.   Jadi,  aku sudah hidup berdampingan dengan jerawat selama 6 tahun terhitung sejak 2014.  Awal mula aku jerawatan parah adalah saat kelas XII. Hal itu terjadi saat tiba-tiba AC di kelasku mati. Karena tidak ada tanggapan yang berarti dari bagian teknisi dan waka sarpras saat kelasku laporan,  akhirnya dibiarkanlah situasi tersebut berlanjut lama. Alhasil saat di ruang kelas aku dan teman-teman merasakan kegerahan,  aku yang pada dasarnya punya produksi keringat berlebih jadi sering banget gobyos selama pelajaran,  padahal aku lihat teman-teman yang lain biasa saja.   Saat kepanasan, wajahku jadi keringetan banyak banget sampai kayak orang habis wudhu. Parahnya aku selalu mengusap keringat di wajah hanya menggunakan tangan tanpa cuci tangan terlebih dahulu.  Jadi setiap keringetan di wajah ya langsung aku usap dengan ta...